[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 26 – Syarah Ushuluts Tsalasah 26

Landasan 2. Rukun Islam: 2. Shalat, 3. Zakat

Dalil shalat, zakat dan tafsir kalimat tauhid adalah firman Allah ta’ala:

“Padahal   mereka   tidak   disuruh   kecuali   supaya menyembah   Allah,   dengan   memurnikan   keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan agama) dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat.  Dan  yang  demikian  itulah  agama  yang  lurus.” (QS.  Al-Bayyinah: 5).

Syarah  dari  Syaikh  Muhammad  bin  Shalih  Al-Utsaimin

[Dalil shalat dan zakat ]
Maksudnya , dalil yang menunjukkan bahwa sholat dan zakat merupakan bagian dari agama adalah firman Alloh ta’ala:
  
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (Al-Bayyinah: 5).
Ayat ini bersifat umum dan meliputi seluruh jenis ibadah. Dalam pelaksanaan semua ibadah itu, manusia wajib memurnikan ketaatan kepada Alloh, meluruskan niat, serta mengikuti syariat-Nya.

[Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat]
Ini termasuk dalam kategori penggabungan kata yang khusus kepada yang umum, karena mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat termasuk ibadah, tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan kedua jenis ibadahini karena keduanya memiliki nilai yang penting. Sholat adalah ibadah badan, sedangkan zakat adalah ibadah harta. Keduanya biasa disebutkan seiring dalam Al-Quran.

[Demikianlah…]
Maksudnya adalah ibadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dan bersikap lurus serta mendirikan sholat dan mengeluarkan zakat.

[Agama yang lurus]
 Maksudnya adalah agama yang lurus, yang tidak ada kebengkokan padanya, karena ia adalah agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedangkan agama Alloh adalah agama yang lurus. Sebagaimana firman Alloh swt:
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu
mencerai beraikan kamu dari jalanNya..”(Al-An’aam:153).
Ayat dalam surat Al-Bayyinah yang dikemukakan oleh penulis ini, mengandung penyebutan tentang ibadah dan shalat, disamping itu juga mengandung hakikat tauhid, yaitu keikhlasan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa menyimpang kepada syirik. Barangsiapa tidak ikhlas kepada Alloh, maka ia bukan seorang yang bertauhid. Dan barangsiapa beribadah kepada selain Alloh , maka ia juga bukan orang yang bertauhid.



والله أعلمُ بالـصـواب

Source ( Syarah Ushuuts Tsalatsah.pdf )




Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *