[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 25 – Syarah Ushuluts Tsalasah 25

Landasan 2. Rukun Islam: 1. Syahadat ‘Muhammad Rasulullah’

Adapun dalil syahadat bahwa Muhammad itu Rasulullah, adalah firman Allah ta’ala:
“Sesungguhnya  telah  datang  kepadamu  seorang  Rasul dari    kaummu    sendiri,    berat    terasa    olehnya penderitaanmu,  sangat  menginginkan  (keimanan  dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang yang mukmin.” (QS. At -Taubah: 128).
Syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah, berarti: mentaati apa yang diperintahkannya, membenarkan apa yang diberitakannya, menjauhi apa yang dilarang serta dicegahnya,  dan  beribadah  kepada  Allah  dengan  apa yang disyari’atkannya.

Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin:

Firman Alloh, “Dari diri kalian sendiri” artinya da ri kalangan bangsa manusia sendiri, bahkan juga dari tengah masyarakat kalian sendiri.
Sebagaimana firman Alloh :
“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata” (Al-Jumu’ah: 2).
[Terasa berat olehnya penderitaan kalian]
Maksudnya adalah beliau ikut merasakan penderitaan yang menimpa mereka.
[Sangat menginginkan (memberi manfaat dan mencegah bahaya) untuk kalian]
Maksudnya adalah beliau memiliki sifat kasih dan sayang kepada orang-orang beriman. Kasih dan sayang tersebut beliau khususkan untuk orang-orang yang beriman, karena beliau diperintahkan untuk berjihad dan bersikap keras terhadap orang-orang kafr dan orang-orang munafik. Sifat-sifat ini semua yang dimiliki oleh Rosululloh menunjukkan bahwa beliau benar-benar utusan Alloh, sebagaimana hal itu ditunjukkan oleh firman Altoh Ta’ala [artinya]:
“Muhammad adalah utusan Alloh” (Al-Fath: 29).
Juga firman Alloh [artinya],
“Katakanlah, ‘Hai manusia sesunguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua’” (Al-A’raaf: 158).
Banyak sekali ayat yang semakna dengan ini yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah benar-benar utusan Alloh.
[Makna syahadat Muhammad Rasulullah]
Syahadat bahwa Muhammad adalah Rosululloh attnya pernyataan dengan lisan dan keyakinan dengan hati bahwa Muhammad bin Abdullah Al-Qurosyi Al-Hasyimi adalah utusan Alloh Subhanahu wa Ta’ala kepada seluruh makhluk dari kalangan jin dan manusia. Sebagaimana firman Allah Ta’ala [artinya]
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyaat: 56 ).
Mereka tidak bisa beribadah kepada Allah kecuali dengan tuntunan wahyu yang dibawa oleh Muhammad. Sebagaimana fiman Alloh Ta’ala,
“Maha Suci Alloh yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” (Al-Furqaan :1).
Syahadat ini menuntut Anda unruk membenarkan apa yang dikabarkan oleh Rosululloh shallallahu ‘alaihi
wassalam, menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya, dan tidak beribadah kecuali dengan apa yang disyariatkannya. Syahadat juga menuntut agar Anda tidak berkeyakinan bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam memiliki hak rububiyah dan pengaturan alam semesta, atau. hak untuk disembah. Dia adalah hamba yang tidak boleh disembah, rosul yang tidak boleh didustakan, serta tidak berkuasa sedikit pun untuk memberikan manfaat dan madhorot bagi dirinya maupun orang lain kecualijika dikehendaki oleh Alloh. Sebagaimana firman Alloh Ta’ala.:
“Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku…” (Al-An’aam: 50).
Beliau adalab seorang hamba yang mendapatkan dan mengikuti perintah Alloh. Alloh Ta’ala berfirman [artinya]:
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan
tidak (pula) suatu kemanfaatan’”. Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya” (Al-Jinn: 21-22).
Alloh Ta’ala juga berfirman,
“Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaata n bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”(Al-A’raaf : 188)
Dengan demikian, Anda mengetahui bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam maupun makhluk-makhluk yang berkedudukan lebih rendah beliau tidak berhak untuk diibadahi dan disembah serta bahwa ibadah hanyalah untuk Alloh Ta’ala semata. Allah berfirman,
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (Al-An’am:162-163)
Anda mengetahui bahwa beliau hanya berhak untuk ditempatkan pada kedudukan yang diberikan oleh Alloh Ta’ala, yaitu tahwa beliau adalah hamba dan rosul-Nya, semoga sholawat dan salam terlimpah kepada beliau.
والله أعلمُ بالـصـواب

Source ( Syarah Ushuuts Tsalatsah.pdf )


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *