[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 19 – Syarah Ushuluts Tsalasah 19

Landasan 1. Jenis-jenis ibadah: ‘Istighatsah’

Dalil istighatsah (memohon pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan) adalah firman Allah
ta’ala:
“(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu untuk dimenangkan (atas kaum musyrikin), lalu diperkenankan-Nya bagimu.” (QS. Al-Anfal: 9).
  

Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

[Definisi Istighatsah]
Istighatsah artinya memohon keselamatan dari penderitaan dan kebinasaan.
[Jenis-jenis Istighatsah]
Istighatsah dibagi menjadi empat :
Pertama:
Memohon keselamatan kepada Alloh ‘azza wa jalla. Ini merupakan salah satu amalan yang sangat utama dan sempurna. Ia merupakan tradisi para rosul dan pengikut mereka. Dalilnya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Penulis rahimahullah, firman Alloh [ta’ala]:
“Ingatlah,  ketika   kamu   memohon   pertolongan    keada
Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu. Serungguhnya Aku mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang berturut-turut.” (Al-Anfaal:9)
Itu terjadi pada waktu perang Badar, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam melihat jumlah pasukan musyrik seribu personil, sedangkan jumlah para sahabatnya hanya tiga ratus personil lebih sedikit. Maka beliau masuk ke dalam kemah seraya bermohon kepada Robbnya seraya mengangkat tangan dan menghadap kiblat. Beliau berdoa :
“Ya Alloh, tunaikanlah janji-Mu kepadaku. Ya Alloh, jika Engkau menghancurkan kelompok orang Islam ini, niscaya Engkau tidak lagi diibadahi di muka bami” (HR. Muslim dalam Kitab Al-Jihaad)
Beliau terus melakukan istighatsah kepada Robbnya seraya mengangkat tangannya, sampai-sampai selendang beliau jatuh dari pundak, lantas diambil oleh Abu Bakar radhiallahu’anhu dan diletakkannya kembali di atas pundak beliau. Kemudian Abu Bakar radhiallahu’anhu mendekati beliau dari belakang, lalu berkata, “Wahai Nabi Alloh, Robbmu pasti mengabulkan permohonanmu. Sesungguhnya Dia pasti menunaikan janji-Nya kepadamu.” Lantas Alloh menurunkan ayat ini.
Kedua:
Memohon keselamatan kepada mayit atau makhluk hidup yang tidak terlihat dan tidak mampu memberikan keselamatan. Ini merupakan tindakan syirik. Sebab tindakan ini tidak akan dilakukan kecuali oleh orang yang mempunyai keyakinan bahwa mereka memiliki kekuasaan tersembunyi dalam mengelola alam semesta. Dengan demikian, Ia telah menganggap mereka itu memiliki sebagian dari sifat ketuhanan. Alloh Ta’ala berfirman :
“Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan, bila ia berdoa kepada-Nya dan menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kalian (manusia) sebagai kholifah di bumi? Apakah di samping Alloh ada tuhan yang lain? Amat sedikit kalian mengingat-Nya” (An-Nahl: 62)
Ketiga:
Memohon keselamatan kepada makhluk hidup yang mengetahui dan mampu memberikan keselamatan. Tindakan ini dibolehkan, sebagaimana dibolehkannya meminta pertolongan kepada mereka. Alloh Ta’ala berfirman rentang kisah Musa [artinya]:
“Maka orang yang dari golongannya meminta agar diselamatkannya terhadap orang yang dari musuhya, lalu Musa meninjunya dan matilah musuhnya itu” (Al-Qoshosh: 15).
Keempat:
Memohon keselamatan kepada makhluk hidup yang tidak mampu memberikan pertolongan, tanpa meyakini bahwa ia mempunyai kekuatan tersembunyi. Contohnya adalah orang yang tenggelam meminta tolong kepada orang lain yang tangannya buntung. Ini merupakan tindakan sia-sia atau ejekan terhadap orang yang dimintainya untuk menyelamatkannya. Tindakan ini dilarang disebabkan oleh alasan ini dan satu alasan lain bahwa tindakan orang yang tenggelam ini bisa memperdayakan orang lain, sehingga orang lain tersebut berkeyakinan bahwa orang yang tangannya buntung itu memiliki kekuatan tersembunyi yang bisa menyelamatkan dari kesusahan.




والله أعلمُ بالـصـواب

Source ( Syarah Ushuuts Tsalatsah.pdf )


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *