[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 17 – Syarah Ushuluts Tsalasah 17

Landasan 1. Jenis-jenis ibadah: ‘Isti’anah’ (meminta tolong)

Dalil isti’anah adalah firman Allah ta’ala:
“Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.” (QS. Al- Fatihah: 4).
Dan diriwayatkan dalam hadits:
“Apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah”

Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Isti’ianah adalah permintaan tolong kepada Alloh, dan ia terdiri dari beberapa macam, yakni :
Pertama:
Permintaan tolong kepada Alloh. Ini merupakan isti’anah yang mengandung puncak ketundukan hamba kepada Robbnya, penyerahan urusan kepada-Nya, dan keyakinan bahwa Dia memberikan kecukupan.
Isti’anah yang semacam ini tidak boleh dituiukan kecuali kepada A1loh Ta’ala. Dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala,
“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (Al-Fatihah: 4).
Di sini Alloh Ta’ala, mendahulukan ma’mul Iyyaka, sedangkan kaidah bahasa Arab menyebutkan bahwa didahulukannya sesuatu yang seharusnya diakhirkan memberikan arti pembatasan dan pengkhususan. Berdasarkan alasan ini, maka menunjukkan isti’anah yang semacam ini kepada selain Alloh merupakan kesyirikan yang mengeluarkan seseorang dari millah.
Kedua:
Permintaan tolong kepada makhluk dalam perkara yang mampu dilaksanakannya. Hukum mengenai isti’anah semacam ini tergantung kepada apa yang dimintakan pertolongan itu. Jika permintaan tolong tersebur dalam rangka pelaksanaan kebajikan, maka hukumnya boleh bagi yang meminta tolong, diperintahkan bagi yang dimintai pertolongan.
Firman Alloh Ta’ala,
“Dan  tolong- menolonglah  kamu dalam  (mengerjakan) kebajikan dan takwa” (Al-Maa’idah: 2).
Jika permintaan tolong tersebut dalam rangka pelaksanaan sesuatu yang mubah, maka hukumnya boleh bagi yang meminta pertolongan dan yang memberi pertolongan, tetapi bisa jadi pemberi pertolongan mendapatkan pahala atas perbuatan baiknya kepada orang lain. Karena itu, pertolongan ini merupakan tindakan yang diperintahkan baginya, berdasarkan firman Alloh Ta’ala [artinya]
“Dan berbuat baiklah, karena sesunguhnya Alloh neryukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Baqoroh: 195).
Ketiga:
Permintaan tolong kepada makhluk yang hidup dan ada di hadapan, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menolong, maka tindakan ini hanyalah permainan dan senda gurau yang tidak berguna, misalnya seseorang minta pertolongan dari orang yang lemah untuk mengangkat beban yang berat.
Keempat:
Permintaan tolong kepada orang mati secara mutlak atau kepada orang-orang yang hidup untuk melakukan suatu perkara gaib yang tidak mampu mereka laksanakan, maka ini merupakan perbuatan syirik, karena perbuatan ini tidak mungkin dilakukan kecuali oleh orang yang berkeyakinan bahwa ia mempunyai kekuatan tersembunyi untuk mengatur alam semesta ini.
Kelima:
Permintaan tolong dengan perantaran amal-amal dan keadaan-keadaan yang dicintai oleh Alloh Ta’ala. Ini merupakan tindakan yang diperintahkan berdasarkan firman Alloh [artinya],
“Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar d an sholat sebagai penolongmu” (Al-Baqoroh: 153).
Penulis rahimahullah mengemukakan dalil tentang isti’anah jenis pertama dengan firman Alloh,
“Hanya kepada Engkau kami beribadah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan” (Al-Fatihah: 4)
Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
“Apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah” (HR. Imam Ahmad, dan Tirmidzi).




والله أعلمُ بالـصـواب

Source ( Syarah Ushuuts Tsalatsah.pdf )

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *