[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 16 – Syarah Ushuluts Tsalasah 16

Landasan 1. Jenis-jenis ibadah: ‘Inabah’

Dalil inabah (kembali kepada Allah) adalah firman Allah ta’ala:
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya) sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat di tolong lagi.” (QS. Az-Zumar: 54).

Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Inabah artinya kembali kepada Alloh dengan menaati-Nya dan menghindari kemaksiatan. Makna inabah mirip dengan taubat, tetapi lebih mendalam, karena ia juga mengandung makna penyandann diri kepada Allah. Inabah hanya boleh dilakukan untuk Alloh. Dalilnya firman Allah [artinya] :
“Dan kembalilah dan berserah dirilah kamu semua kepada Rabb kalian” (Az-Zumar: 54).
Yang dimaksudkan dengan firman Allah Ta’ala, “Dan berserah dirilah kepada-Nya” adalah penyerahan diri secara syar’i, yaitu penyerahan diri kepada ketentuan syariat Alloh.
Penyerahan diri kepada Alloh ada dua macam :
Pertama: Penyerahan diri secara alami (Islam kauni) , yaitu penyerahan diri kepada hukum Alloh yang alami. Ini berlaku untuk siapa saja yang ada di langit dan di bumi, mukmin maupun kafr, orang yang berbakti maupun durhaka. Tidak ada seorangpun yang mampu menolak penyerahan diri semacam ini.
Dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala [artinya]:
“… padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan” (Ali ‘Imraan: 83).
Kedua: Penyerahan diri secara syar’i (Islam syar’i)yaitu penyerahan diri kepada hukum syariat Alloh. Ini hanya dilakukan oleh orang- orang yang menaati-Nya, yaitu para rosul dan pengikut-pengikut mereka. Dalam Al-Quran terdapat banyak dalil mengenai hal ini, diantaranya adalah ayat yang telah disebutkan oleh Penulis rahimahullah




والله أعلمُ بالـصـواب
Source ( Syarah Ushuuts Tsalatsah.pdf )


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *