[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 11 – Syarah Ushuluts Tsalasah 11

Landasan 1. Jenis-jenis ibadah: ‘Khouf’ (takut)

Dalil khauf (takut) firman Allah ta’ala:
“Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tet api takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 175).

Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

[Khouf]
Khouf artinya takut, yaitu reaksi emosional yang muncul disebabkan oleh dugaan seseorang tentang adanya kebinasaan, bahaya atau gangguan yang akan menimpa dirinya. Allah telah melarang perasaan takut kepada wali-wali setan dan memerintahkan untuk takut kepada-Nya saja.
Khouf ada tiga macam :

[1]      Khouf thabi’i, yaitu perasaan takut yang bersifat naluriah/manusiawi. Misalnya perasaan takut seseorang kepada binatang buas, api dan tenggelam. Seorang hamba yang memiliki rasa takut ini tidak tercela.
Alloh Ta’ala, berfirman kepada Musa [artinya]:
“Karena  itu,   jadilah   Musa   di   kota  itu   merasa   takut
menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya)” (Al-Qoshosh: 18).
Tetapi jika perasaan takut ini, sebagaimana yang disinggung oleh Penulis rahimahullah, menyebabkan ditinggalkannya kewajiban atau dilakukannya perbuatan haram, maka diharamkan; karena apa saja yang menyebabkan ditinggalkannya kewajiban atau dilaksanakannya perbuatan haram, maka diharamkan.
Dalilnya firman Alloh [artinya]:
“Karena itu, janganlah kama takut kepada mereka, te tapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman” (Ali-‘Imran: 175)
Perasaan takut kepada Alloh ada yang terpuji dan ada yang tidak terpuji.
Perasaan takut kepada Alloh yang terpuji adalah jika akhirnya bisa menghalangi diri Anda dari kemaksiatan kepada Alloh, yang mendorong untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban dan mencegah dari hal-hal yang diharamkan.
Jika tujuan ini terwujud, hati akan tenang dan tenteram serta diliputi oleh perasaan gembira oleh nikmat-nikmat Alloh dan harapan kepada pahala-pahala-Nya.
Perasaan takut kepada Alloh yang tidak terpuji adalah yang menjadikan seorang hamba berputus asa dari rahmat Alloh, sehingga ia banyak menyesali diri, patah semangat, dan barangkali bahkan semakin jauh terjerumus dalam kemaksiatan disebabkan oleh kuatnya rasa putus asa.
[2]   Khouf Ibadah, misalnya seseorang takut kepada orang lain dalam rangka beribadah kepadanya. Perasaan takut ini hanya boleh diarahkan kepada Alloh. Mengarahkannya kepada selain Alloh merupakan syirik akbar.
[3]     Khouf Sirr, perasaan takut tersembunyi. Misalnya takutnya seseorang kepada penghuni kubur atau kepada seorang wali yang berjauhan tempat dengannya, yang tidak memberikan pengaruh apapun kepadanya, tetapi ia memiliki perasaan takut yang tersembunyi kepadanya. Ini juga disebut oleh para ulama sebagai salah satu bentuk syirik.




والله أعلمُ بالـصـواب
Source ( Syarah Ushuuts Tsalatsah.pdf )


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *