[ UIC 2.1 ] Amalan Harian 06 – Praktek Shalat 06

HUKUM ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT SESI 6

Kedua: Konsekwensi Hukum Yang Bersifat Ukhrawi:
1-   Dicaci dan dihardik oleh para malaikat.
Bahkan para malaikat memukuli seluruh tubuhnya, dari bagian depan dan belakangnya.
Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:
“Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir, seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa nereka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya”. (QS. Al Anfal: 50–51).
2-   Pada hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama orang orang kafir dan musyrik, karena ia termasuk dalam golongan mereka.
  
Firman Allah subhaanahu wa ta’aala:
“(Kepada para malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang dzalim beserta orang-orang yang sejenis mereka dan apa-apa yang menjadi sesembahan mereka, selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.” (QS.Ash Shaffat: 22–23).
Kata “ أَزْوَاج ” bentuk jama’ dari “ زَوْج ” yang berarti: jenis, macam. Yakni: “Kumpulkanlah orang-orang yang musyrik dan orang-orang yang sejenis mereka, seperti orang-orang kafir dan yang dzalim lainnya.”
3-   Kekal untuk selama-lamanya di dalam neraka.
Berdasarkan firman Allah subhaanahu wa ta’aala:
“Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata:”Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah, dan taat (pula) kepada Rasul ”. (QS. Al Ahzab: 64 – 66).

PENUTUP
Demikianlah apa yang ingin penulis sampaikan, tentang permasalahan yang besar ini, yang telah melanda banyak umat manusia.
Pintu taubat masih terbuka bagi siapapun yang hendak bertaubat, karena itu, saudaraku se-Islam, segeralah bertaubat kepada Allah ta’ala, dengan ikhlas semata-mata karena-Nya, menyesali apa yang telah diperbuat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, serta memperbanyak amal keta’atan.
Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka kejahatan mereka diganti dengan kebajikan, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. Al Furqan: 70– 71).
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya kepada kita dalam urusan ini, menunjukkan kepada kita semua jalan-Nya yang lurus, jalan orang-orang yang dikaruniai ni’mat oleh Allah, yaitu para Nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin, Bukan jalan orang-orang yang dimurkai atau orang-orang yang tersesat.
Selesai ditulis oleh:
Al faqir Ilallahi ta’ala
Muhammad bin Shaleh Al Utsaimain
(Rahimahullah)
Pada tanggal 23 Shafar 1407 H.

والله أعلمُ بالـصـواب

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *